cerita terpilih dari kak Gineung di Sindrom Post KIG

Posted on

Ki Hajar Dewantara Mungkin Sumringah Melihat Kita

Oleh:

Gineung Patridhina

HR Administration, Relawan Pengajar

Kelompok 3: SDN 01 Getasrejo

Kec. Grobogan, Kab. Grobogan

22 April 2017

 

“Tidak hanya untuk dirayakan, pendidikan nasional juga harus terus diperjuangkan”.

Kelas Inspirasi itu semacam zat adiktif yang dicerna oleh tubuh, bikin nagih. Kalau gak diturutin bikin resah. Sekolah ke 7 yang saya datangi melalui Kelas Inspirasi. Kali pertamanya saya gak roaming sama bahasa daerahnya hehe. Segala logat seperti “iyo ik”, “opo re?”, “yo ngono tho” buat saya kilas balik jaman SD saya dulu. Gak ada yang gak bikin jatuh hati sama Kelas Inspirasi Grobogan.

(Berswafoto bersama siswa kelas 6B. Gak maksud ke-korea-korea-an sih, cuma minjem simbol “love”nya aja hehe. Kata mereka “Kak angil ik, ngene bener gak kak?”. Udah dibenerin jarinya, pas foto jadinya kayak gini wkwk)

Sepekan lalu saya bersama kelompok 3 mengajar di SDN 1 Getasrejo. Sekolahnya di pinggir jalan raya yang sedang dalam perbaikan. Dengan bermodal hak prerogatif (saya yang bikin jadwal, jadi saya bebas milih kelas mana aja yang mau saya ajar. Duh pisss! Maafin kak :p) saya mendapatkan 5 kelas dari total 7 kelas yang ada. Alhamdulillah berjalan menyenangkan, saya mau kasih reward “spiderman whuuuuus” buat adik-adik SDN 1 Getasrejo yang sangat bisa diajak kerja sama.

(Maafin jari kelingkingku yang mengurangi keindahan foto ini wkwk. Name tag crown ini dibuat direwangi menek wit pelem udan-udan. Yang menek bukan aku sih, tapi fasilnya :p)

Dimulai dengan saya yang memperkenalkan diri sebagai orang yang tugasnya menghitung kehadiran teman-teman, simulasi agent dan pelanggan yang mengeluh tentang listrik padam, menyampaikan nilai-nilai apa saja yang harus dilakukan untuk meraih cita-cita, dan demi menghindari mereka bete di kelas saya, saya sisipkan permainan tebak siapa aku. Bebeberapa clue saya berikan seperti: 1 orang, laki-laki, mantan presiden RI, insinyur, bisa buat pesawat. Jawaban beragam mereka lontarkan, dimulai dari Jokowi, Ahok sampai akhirnya nemu jabawan yang bener yaitu B.J Habibie. Apapun jawaban kamu dek, kamu bisa menjadi seperti mereka. Siapapun kamu, apapun sukumu, agamamu, keturunan manapun kamu, kamu punya hak yang sama untuk bercita-cita. Jadi, jangan pernah takut untuk bercita-cita.

Disela-sela materi mereka sempet nanya, “kak kuwi disyuting mlebu tv ndi kak? Aku pengen ndelok awak ku mlebu tv“. Dek, kalian pasti akan masuk tv, kelak kalian dewasa sebagai orang yang bermanfaat bagi masyarakat luas J

Dan pada akhirnya, lewat kegiatan ini saya membayangkan KI Hajar Dewantara sumringah melihat kita. Melihat kita yang masih optimis dan turut ambil bagian untuk menunaikan tujuan negara yang tertuang pada pembukaan UUD ’45 alinea ke empat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *